Goals of Bioethics

October 12, 2009

By: Darryl R.J. Macer, Ph.D.

Bioethics could be defined as the study of ethical issues and decision making associated with the use of living organisms. I have defined bioethics as love of life (Macer, 1998), and inculcating a balanced love of life and love of learning is one of the goals of using moral games to teach bioethics. Read the rest of this entry »


Bioethics and choices

October 12, 2009

Darryl R.J. Macer, Ph.D.

Moral dilemmas face everyone of us. There have been numerous books written to explain moral theories and how these can be applied to dilemmas we face in medicine, daily life and a range of professions. Given the rapid development of science and technology, for example, genetic engineering, neuro-engineering, and nanotechnology, and the implications these raise for individuals and society, people need to have the opportunity to shape the direction, purposes and goals of science and technology.

Read the rest of this entry »


Kriteria Penilaian Paper Bioetika

October 9, 2009
1 Ketepatan waktu 10%
2 Struktur dan sistematika paper 20%
3 Isi paper 70%
- Pendahuluan disertai “thesis statement”/claim
- Statement/Claim didukung oleh argumen/referensi
- Menyajikan fakta/data
- Fakta/data tersusun secara logik
- Menghubungkan fakta/data dengan statement/claim
- Penggunaan bahasa yang baik dan benar
- Menyajikan kesimpulan dan saran

Cinta dan etika

September 4, 2009

Oleh: Dr. Amru Hydari Nazif (Komisi Bioetika Nasional)

Dr Amru Hydari Nazif“Cinta kehidupan” ialah definisi bioetika yang paling sederhana dan serba mencakup, dan universal di antara semua orang di dunia. Cinta ialah warisan biologi yang diberikan kepada kita melalui gen kita, kapasitas yang berkembang dalam diri kita untuk memperkenankan kita untuk mengatasi keserakahan diri yang menghancurkan harmoni dalam suatu komunitas. Warisan sosial kita juga memberi kita cinta, saat masyarakat mencoba menggapai harmoni antara peorangan dan komunitas. Cinta ialah pesan warisan rohani kita, lintas setiap budaya yang menyatakan Tuhan itu cinta. Etika ialah konsep cinta, menyeimbangkan manfaat dan risiko pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan.

Prinsip-prinsip yang menyeimbangkan, cinta-diri (terkait dengan prinsip atur-diri, otonomi), cinta orang lain (keadilan), mencintai kehidupan (tidak mencederai) dan mencintai yang baik (kebaikan) dapat memberi kita kendaraan untuk menyatakan nilai-nilai kita menurut keinginan kita akan cinta kehidupan. Tetapi, akhirnya, pada kita akan tersisa suatu fakta sederhana mengenai kehidupan, seringkali tidak ada jawab yang nyata-nyata hitam dan putih terhadap dilema kita. Jarang situasi kehidupan nyata dapat dilihat dalam hitam dan putih sederhana. Sebagai suatu masyarakat kita perlu memahami keragaman yang universal, dan mentoleransi dengan cinta apa sedapatnya. Akan datang waktu untuk memberi perlindungan pada orang lain, tetapi kita dapat mengingat semangat cinta yang mengatakan jangan menilai.

Empedocles (yang hidup di Sisilia, abad ke-5 SM) menganggap bahwa di alam ada kekuatan-kekuatan positif yang dinamainya, Cinta dan Kebencian, atau Harmoni dan Ketidakcocokan. Kekuatan-kekuatan inilah yang menyebabkan empat unsur (tanah, udara, api dan air) untuk bercampur dan kemudian terpisah. Cinta menyebabkan unsur-unsur tertarik satu dengan lainnya dan membangun beberapa bentuk khusus atau pribadi. Film The Fifth Element, 1997 mengambil tema ini, dengan unsur kelima dan penting bagi alam raya, yaitu cinta. Empedocles mempertimbangkan bahwa cinta ialah prinsip yang mengatur benda-benda terikat dalam kesatuan.

Sudah ada lebih banyak buku yang ditulis mengenai pokok bahasan cinta dan pokok bahasan lain yang mana saja. Pilihan kutipan mengenai cinta yang disajikan dalam lampiran di bawah ini, memberi petunjuk bahwa cinta pada orang lain sebagai prinsip etika dalam pustaka itu universal dalam cakupannya.